Senin, 03 Februari 2014

Emas naik terdorong lemahnya data manufaktur AS

Emas pada Selasa (4/2/2014) dini hari tadi menguat hampir 2 persen. Setelah data manufaktur AS memburuk dari perkiraan sehingga membebani dolar dan bursa saham.
The Institute for Supply Management (ISM) mengatakan indeks aktivitas manufaktur nasional turun menjadi 51,3 untuk bulan Januari 2014, dari 56,5 di bulan Desember 2013. Data ini menuju ke level terendah sejak Mei 2013.

Emas di pasar spot naik US$1,2 atau 1,3% ke US$1,257 per troy ons. Untuk emas berjangka untuk pengiriman April naik 1,6 persen ke US$1,259,9 per ons.

Harga emas mendapat dukungan dari melemahnya bursa saham di negara berkembang, pertumbuhan ekonomi AS yang melemah dan pemangkasan stimulus dari The Fed AS. Kondisi tersebut membuat emas berfungsi menjadi aset safe haven lagi.

"Ada penurunan risk appetite sehingga memberikan dukungan ke pasar emas. Tetapi dalam jangka panjang, dolar AS lebih kuat dan ekonomi AS lebih baik sehingga harga emas lebih rendah sehingga menjadi peluang untuk menjual," demikian analisa ABM Amro .

Bursa saham AS berakhir melemah pada Selasa (4/2/2014) dini hari tadi. Investor kecewa dengan data manufaktur dan menjelang laporan tenaga kerja AS.

Indeks Dow Jones melemah 2,08% ke 15.372,8, indeks S&P kehilangan 2,2 persen ke 1.747,89 dan indeks Nasdaq terpangkas 2,2 persen ke 3.996,96. Indeks Dow merosot untuk pertama kalinya sejak 28 Desember 2012.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar